Jumat, 29 Oktober 2010

Koala binatang lucu yang malas




Jum’at, 29 Oktober 2010
Pagi ini aku memasuki kelas jam 8.45 setelah melakukan foto-foto dengan Pak Rohman di pelataran dan gedung utama UQ. Di kelas sudah ada Ms Phlilippa yang lagi mempersiapkan ruangan untuk dosen tamu. Kami diberi lembaran refleksi pelatihan selama minggu ke satu dan minggu ke dua. Apa yang disenangi dan mengapa dan apa harapannya. Guest Lectur memasuki ruangan dengan membawa dua tas berisi berbagai peralatan lab. Aku lihat ada statip, dalam pikiranku pasti ini dosen fisika. Tebakanku benar. Beliau bernama Dr. David Geelan dari UQ ini membawakan topik Science Education fo All Students.
Beliau adalah dosen science education untuk high school. Pernah mengajar di Afrika selatan, Canada dan Australia ini. Penulis buku pelajaran untuk siswa menengah atas. Beliau mengatakan telah membaca kurikulum Indonesia, sehingga dapat mendapatkan padanan dan bandingan dengan kurikulum di Australia ini. Aku diberi fotokopian draft kurikulum Australia mata pelajaran science kelas 7, 8 dan 9. Content description terbagi menjadi 3 yaitu: Science inquiry Skill, Science as a Human Endeavour dan Science Understanding. Ketiganya berisi rincian berbagai kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Terlihat cara pemaparannya berbeda dengan standar isi di Indonesia. Hanya pada kolom science understanding yang hamper sama dengan di standar isi.
Selanjutnya Dr David memaparkan masalah pembelajaran science di sekolah. Diharapkan pembelajaran saing mengarah ke bagaimana siswa menemukan. Kemudian Dr David membagi LKS untuk dilaksanakan praktikum. Praktikum ayunan sederhana. Beliau menekankan dengan menggunakan setrategi pembelajaran POE (Predict Observ Explain), setrategi yang aku sukai dan pernah aku ajukan untuk tesisku. Praktikum untuk menemukan hubungan antara masaa, panjang tali, sudut ayunan terhadap periode ayunan. Kegiatan ini berlangsung cukup lama karena harus mengambil 45 data.
Sesi ini berakhir dengan kegiatan tanya jawab. Hanya ada satu pertanyaan yang diajukan oleh Pak Yuni, yaitu cara memecahkan masalah banyaknya materi yang harus diajarkan dan kegiatan praktikum yang harus dilaksanakan. Dr. David mengatakan guru harus pandai memilih materi mana yang harus dilakukan praktikum dan tidak. Waktu habis. Foto bersama dan pemberian cendera mata.
Setelah coffeebreak Mr Paul memasuki ruangan dengan membagi kelas menjadi dua kembali. Materi English Language Skills dengan tema Australian Animals. Aku bekerja dalam kelompok mengidentifikasi nama, jenis dan ciri-ciri dari 18 gambar binatang. Wah… hanya lima yang aku tahu namanya, karena harus dalam bahasa inggris. Selanjutnya dibahas bersama, lafalkan, hafalkan, dan kuis tebak nama gambar.
Reading. Delapan teks harus aku baca dan menebak nama hewan dalam 8 teks tersebut dalam waktu 5 menit. Untuk mengetahui seberapa pemahaman terhadap teks, Mr Paul melakukan evaluaso dengan kuis. Anggota kelompokku diberi nomor 1 sampai 4. Aku nomor satu. Kompetisi dengan kelompok lain. Satu persatu anggota kelompok mengambil potongan kertas yang berisi pertanyaan untuk dibacakan di kelompok dan dijawab. Jawaban diutarakan ke Mr Paul, jika jawaban benar orang kedua maju mengambil pertanyaan berikutnya. Jika salah kembali ke kelompok untuk didiskusikan kembali, dan seterusnya sehingga berlangsung tiga putaran. Menyenangkan tidak terasa kalau itu evaluasi.
Jam 1.15 pm setekah makan siang aku harus berkumpul di jalan samping gedung ICTE untuk perjalanan menuju ke Lone Pine Koala Sanctuary. Ini adalah kegiatan refresing bersama paket dari ICTE. Melinat koala, kanguru, dan hewan-hewan khas Australia. Aku melihat pertunjukan burung elang, burung kakatua dan burung hantu. Pertunjukan yang sama dengan di taman safari Prigen. Pertunjukan anjing menggiring domba dan mencukur kulit domba. Ini yang tidak ada di taman safari. Memberi makan burung .... apa ya, betet kecil yang liar hidup disekitar. Pasti anda tahu foto toto and foto. Kakiku sudah terasa pegal dan pulang sholat langsung tidur.
Aku bangun jam 6.30 pm untuk mandi dan sholat maghrib. Dinner dengan menu Ausi yang gak tahu namanya, daging kambing dimasaa seperti sop/kecap dengan wortel dan … dimakan dengan selembar roti. Sudah cukup itu namanya makan malam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar