Di bawah indahnya pohon Jacaranda yang penuh bunga
Minggu, 31 Oktober 2010
Sabtu, 30 Oktober 2010
Sabtu akhir Oktober di Tepi Brisbane River
Sabtu ini, aku ingin segera berganti hari, minggu senin selasa ..... jum'at.
Langkah kakiku terus berjalan berharap segera malam. Berlama-lama di Botanic Garden, indahnya tepi sungai yang seperti pantai. Bagiku tempat ini lebih enak daripada di pantai. Angin segar semilir sambil mengamati hilir mudik kapal wisata. Andai sungai surabaya seperti ini.
Jumat, 29 Oktober 2010
Koala binatang lucu yang malas
Jum’at, 29 Oktober 2010
Pagi ini aku memasuki kelas jam 8.45 setelah melakukan foto-foto dengan Pak Rohman di pelataran dan gedung utama UQ. Di kelas sudah ada Ms Phlilippa yang lagi mempersiapkan ruangan untuk dosen tamu. Kami diberi lembaran refleksi pelatihan selama minggu ke satu dan minggu ke dua. Apa yang disenangi dan mengapa dan apa harapannya. Guest Lectur memasuki ruangan dengan membawa dua tas berisi berbagai peralatan lab. Aku lihat ada statip, dalam pikiranku pasti ini dosen fisika. Tebakanku benar. Beliau bernama Dr. David Geelan dari UQ ini membawakan topik Science Education fo All Students.
Beliau adalah dosen science education untuk high school. Pernah mengajar di Afrika selatan, Canada dan Australia ini. Penulis buku pelajaran untuk siswa menengah atas. Beliau mengatakan telah membaca kurikulum Indonesia, sehingga dapat mendapatkan padanan dan bandingan dengan kurikulum di Australia ini. Aku diberi fotokopian draft kurikulum Australia mata pelajaran science kelas 7, 8 dan 9. Content description terbagi menjadi 3 yaitu: Science inquiry Skill, Science as a Human Endeavour dan Science Understanding. Ketiganya berisi rincian berbagai kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Terlihat cara pemaparannya berbeda dengan standar isi di Indonesia. Hanya pada kolom science understanding yang hamper sama dengan di standar isi.
Selanjutnya Dr David memaparkan masalah pembelajaran science di sekolah. Diharapkan pembelajaran saing mengarah ke bagaimana siswa menemukan. Kemudian Dr David membagi LKS untuk dilaksanakan praktikum. Praktikum ayunan sederhana. Beliau menekankan dengan menggunakan setrategi pembelajaran POE (Predict Observ Explain), setrategi yang aku sukai dan pernah aku ajukan untuk tesisku. Praktikum untuk menemukan hubungan antara masaa, panjang tali, sudut ayunan terhadap periode ayunan. Kegiatan ini berlangsung cukup lama karena harus mengambil 45 data.
Sesi ini berakhir dengan kegiatan tanya jawab. Hanya ada satu pertanyaan yang diajukan oleh Pak Yuni, yaitu cara memecahkan masalah banyaknya materi yang harus diajarkan dan kegiatan praktikum yang harus dilaksanakan. Dr. David mengatakan guru harus pandai memilih materi mana yang harus dilakukan praktikum dan tidak. Waktu habis. Foto bersama dan pemberian cendera mata.
Setelah coffeebreak Mr Paul memasuki ruangan dengan membagi kelas menjadi dua kembali. Materi English Language Skills dengan tema Australian Animals. Aku bekerja dalam kelompok mengidentifikasi nama, jenis dan ciri-ciri dari 18 gambar binatang. Wah… hanya lima yang aku tahu namanya, karena harus dalam bahasa inggris. Selanjutnya dibahas bersama, lafalkan, hafalkan, dan kuis tebak nama gambar.
Reading. Delapan teks harus aku baca dan menebak nama hewan dalam 8 teks tersebut dalam waktu 5 menit. Untuk mengetahui seberapa pemahaman terhadap teks, Mr Paul melakukan evaluaso dengan kuis. Anggota kelompokku diberi nomor 1 sampai 4. Aku nomor satu. Kompetisi dengan kelompok lain. Satu persatu anggota kelompok mengambil potongan kertas yang berisi pertanyaan untuk dibacakan di kelompok dan dijawab. Jawaban diutarakan ke Mr Paul, jika jawaban benar orang kedua maju mengambil pertanyaan berikutnya. Jika salah kembali ke kelompok untuk didiskusikan kembali, dan seterusnya sehingga berlangsung tiga putaran. Menyenangkan tidak terasa kalau itu evaluasi.
Jam 1.15 pm setekah makan siang aku harus berkumpul di jalan samping gedung ICTE untuk perjalanan menuju ke Lone Pine Koala Sanctuary. Ini adalah kegiatan refresing bersama paket dari ICTE. Melinat koala, kanguru, dan hewan-hewan khas Australia. Aku melihat pertunjukan burung elang, burung kakatua dan burung hantu. Pertunjukan yang sama dengan di taman safari Prigen. Pertunjukan anjing menggiring domba dan mencukur kulit domba. Ini yang tidak ada di taman safari. Memberi makan burung .... apa ya, betet kecil yang liar hidup disekitar. Pasti anda tahu foto toto and foto. Kakiku sudah terasa pegal dan pulang sholat langsung tidur.
Aku bangun jam 6.30 pm untuk mandi dan sholat maghrib. Dinner dengan menu Ausi yang gak tahu namanya, daging kambing dimasaa seperti sop/kecap dengan wortel dan … dimakan dengan selembar roti. Sudah cukup itu namanya makan malam.
Kamis, 28 Oktober 2010
Kamis yang begitu cepat
Kamis, 28 Oktober 2010
Hari ini kegiatannya peer teaching dengan titik tekan penerapan kemampuan language dalam pembelajaran sains. Tadi malam bahan sudah aku emailkan ke Paul. Jam pertama 08.45 hingga coffeebreak untuk menyiapkan dan menggandakan bahan ajar dan skenario pembicaraan guru. Aku menggunakan media menjodohkan kertas yang berisi istilah dan pengertian materi motion (strip and match). Mediaku telah difotokopi dengan warna kuning dan hijau. Kedua warna inilah yang harus berpasangan secara tepat sehingga membentuk istilah fisika dan pengertiannya.
Peer teaching dimulai. Urutan dilakukan secara acak dengan undian sehingga semua kelompok harus siap melakukan. Kelompok pertama yang maju adalah Pak Yuni dan Bu Atik. Aku mendapat giliran tepat setelah coffebreak. Peer teaching berlangsung serius dan segar. Kadang penuh tawa karena guru yang lucu atau Paul yang menyela pembelajaran. Ada yang memperlakukan Mr Paul sebagai siswa karena pasangan kelompok kurang. Mr Paul senang. Semua kelompok (14 kelompok) telah melakukan peer teaching hingga pukul 15.15.
Refleksi dari peer teaching dilakukan oleh Mr Paul dan Ms Vicky. Beliau berdua terima kasih dan senang karena kelompok Indonesia telah melakukan dengan penuh semangat, segar dan happy. “Saya sering malatih peserta dari berbagai Negara, ada korea, cina, jepang, dll kebanyakan mereka nervus saat peer teaching, tapi anda dari indonesia tidak. Bagus saya senang. Saya ikut bias tertawa segar dalam pertemuan ini” kata Mr Paul .
Sore ini aku pulang ke rumah dengan naik train karena ketinggalan bus. Aku harus berjalan ke stasiun indooroopilly selama 5 menit. Train datang pukul 18.33 melewati stasiun Chelmer dan tiba di stasiun Graceville pukul 18.37. Selanjutnya aku harus berjalan sekitar 20 menit ke rumah. Ini pengalaman pertama aku pulang dengan train. Train merupakan angkutan pulang alternatif jika tidak ada bus, kata Ms Zeeba memberitahuku saat orientasi awal dulu.
Rabu, 27 Oktober 2010
Setengah perjalanan di Ausi berlalu
Rabu, 27 Oktober 2010
Pagi ini Ms Vicky memasuki kelasku. Dia merombak komposisi kelas. Separuh kelasku pindah ke green clas begitupula sebaliknya. Kami diberi nomor berpasangan dengan nomor di kelas green. Aku masuk ke kelas green dengan nomor 1 difasilitatori oleh Mr Paul. Aku dfiminta salung tukar informasi tentanh hasil kunjungan di sekolah kemarin. Tentang pelajaran, guru, murid, fasilitas, interes siswa, adanya siswa luar negeri, kemampuan bahasa inggris siswa asal luar negeri dll ... ya pasti dengan with english. To practice speaking and listening. Aku berpasangan dengan pak Gendot.
Setelah istirahat kembalimemperbanyak vocab. Kali ini berhubungan dengan maya pelajaran sains. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatlkan teks yang berbeda. Aku dengan topic breathing. Mencari highlight dengan kamus, melafalkan, memahami teks dan menceritakan kembali isi teks ke kelompok lain dengan bahasanya sendiri. Wah … betul-betul kursus bahasa inggris. Tapi yang menarik bagiku adalah metode dan variasi pembelajarannya.
Nah sekarang aku diminta membuat teks sendiri dengan materi sains. Aku berpasangan dengan pak Toni menuju ke lab komputer ICTE untuk mencari bahan. Aku memutuskan materi dengan topic Motion. Merancang pembelajarannya (yang biasa disebut tasks) dan worksheet atau media. Waktu tidak cukup sehingga hari ini harus selesai medianya. Aku harus menyelesaikan media di rumah kemudian emailkan ke Mr Paul. Besuk kami harus melakukan peer teaching dengan topic terplih.
Waktu pulang tinggal 30 menit. Aku diminta kembali ke kelas. Ternyata untuk bermain kuis, mirip seperti di TV. Kami dibagi 3 regu dengan masing-masing menamai nama binatang. Untuk menjawab regu harus menirukan suara binatang (sebagai bel cepat tepat). Kami di beri pilihan topik dan sekor yang diminta. Skor tinggi soal sulit. Setelah topik dan skor dipilih kami diberi sebuah kalimat pernyataan. Masing-masing regu berebut membuat kalimat tanya yang benar sesuai dengan pernyataan/kadang gambar yang muncul di layar. Wah rame seperti anak-anak di kelas. Kita saling eyel-eyelan dengan regu lain atau bahkan dengan Pau. Seneng, tertawa, lucu!!! Mumpung jadi siswa bias ngeyeli gurunya heee..
Pagi ini Ms Vicky memasuki kelasku. Dia merombak komposisi kelas. Separuh kelasku pindah ke green clas begitupula sebaliknya. Kami diberi nomor berpasangan dengan nomor di kelas green. Aku masuk ke kelas green dengan nomor 1 difasilitatori oleh Mr Paul. Aku dfiminta salung tukar informasi tentanh hasil kunjungan di sekolah kemarin. Tentang pelajaran, guru, murid, fasilitas, interes siswa, adanya siswa luar negeri, kemampuan bahasa inggris siswa asal luar negeri dll ... ya pasti dengan with english. To practice speaking and listening. Aku berpasangan dengan pak Gendot.
Setelah istirahat kembalimemperbanyak vocab. Kali ini berhubungan dengan maya pelajaran sains. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatlkan teks yang berbeda. Aku dengan topic breathing. Mencari highlight dengan kamus, melafalkan, memahami teks dan menceritakan kembali isi teks ke kelompok lain dengan bahasanya sendiri. Wah … betul-betul kursus bahasa inggris. Tapi yang menarik bagiku adalah metode dan variasi pembelajarannya.
Nah sekarang aku diminta membuat teks sendiri dengan materi sains. Aku berpasangan dengan pak Toni menuju ke lab komputer ICTE untuk mencari bahan. Aku memutuskan materi dengan topic Motion. Merancang pembelajarannya (yang biasa disebut tasks) dan worksheet atau media. Waktu tidak cukup sehingga hari ini harus selesai medianya. Aku harus menyelesaikan media di rumah kemudian emailkan ke Mr Paul. Besuk kami harus melakukan peer teaching dengan topic terplih.
Waktu pulang tinggal 30 menit. Aku diminta kembali ke kelas. Ternyata untuk bermain kuis, mirip seperti di TV. Kami dibagi 3 regu dengan masing-masing menamai nama binatang. Untuk menjawab regu harus menirukan suara binatang (sebagai bel cepat tepat). Kami di beri pilihan topik dan sekor yang diminta. Skor tinggi soal sulit. Setelah topik dan skor dipilih kami diberi sebuah kalimat pernyataan. Masing-masing regu berebut membuat kalimat tanya yang benar sesuai dengan pernyataan/kadang gambar yang muncul di layar. Wah rame seperti anak-anak di kelas. Kita saling eyel-eyelan dengan regu lain atau bahkan dengan Pau. Seneng, tertawa, lucu!!! Mumpung jadi siswa bias ngeyeli gurunya heee..
Selasa, 26 Oktober 2010
Kunjungan ke St James College Brisbane
Selasa, 26 Oktober 2010
Pagi ini aku kunjungan ke sekolah. Kami dibagi dua sekolah. Kelasku (Gold Class) ke St James College sedangkan kelas temanku (Green Class) ke Toowong Academy of Science & Technology. Berangkat dalan satu bus dari UQ. Green Class turun duluan sedangkan kelasku kemudian karena jaraknya lebih jauh yaitu di kota Brisbane. Aku nyampe sekolah jam 9.30 kemudian disambut Deputy Proncipal Tony McCulkin di ruang St James. Ucapan selamat datang, penjelasan tentang sekolah. St James college adalah sekolah swasta yang tidak mahal memiliki siswa sekolah 460 berasal dari berbagai kota sekitar dan berbagai Negara. Anak luar negeri terbanyak dari cina. Aku sempat berbicara anak dari vitnam yang sudah tujuh tahun belajar di sini dengan beasiswa Rotary Fondation, dan anak korea yang baru setahun sekolah. Temanku meminta ijin mengambil foto di sekolah ini dan diijinkan. Sehingga cukup banyak dokumen gambar yang bisa aku peroleh. Aku diberi stopmag yang berisi porpectus sekolah.
Setelah coffeebreak, aku ke ruang kelas. Kami dibagi menjadi 5 kelompok sehingga satu kelas dimasuki 3 observer. Aku mendapatkan kelas pelajaran memasak yang di ajar oleh ibu Di Riddle. Oh Ya, di sini menggunakan moving class.Ruang kelas tata boga yang lengkap dan seperti dapur di rumah. Jumlah siswa 16 dibagi dalam 4 kelompok, Satu kelompok khusus yang mendapat perlakukan khusus (disable). Masing-masoing anak memasak sendiri. Memasak menu Spain bernama Tortilla, kalau di rumahku adalah dadar telor ditambah kentang rajang. Di rumahku anakku suka dengan kocokan telor dengan mie instan. Kelas dipimpin oleh seorang guru dibantu 2 orang khusus untuk disable dan didemontrasikan oleh staf kantor yang asli orang Spanyol. Aku harus berdiri melihat pembelajaran selama 100 menit. Setelah semua selesai hasilnya dibelah jadi dua, ditelakkan di piring sterofon. Separuh untuk anak yang membuat. Aku ditawari untuk ikut menikmati Tortali buatan anak-anak, okelah sebagai penghargaan. Enak ... walau kurang garam dan mrica. Makanan tersbut aku gunakan untuk lunch. Temanku yang juga masuk kelas tataboga mendapatkan sushi, menu Jepang.
Saat makan siang banyak guru masuk di ruang ramah tamah. Aku saling tukar informasi dan pendapat tentang pendidikan di negara masing-masing. Setalah makan siang aku memasuki kelas komputer yang diajar oleh ibu Lis Schaefer. Belia berbicara cepat sehingga aku kesulitan untuk mendengar dan mengerti maksudnya. Saat aku meminta berbicara agan pelanpun masih kesulitan. Akhirnya Bu Lis memberiku rencana pelajaran. Eh ternyata siswa diberi telah diberi tugas portopolio. Di ruang ini ada siswa yang mengerjakan dan banyak juga yang tiduran atau main-main saja. B Lis diam aja, mungkin karena tugas portopolio yang diamati hasil akhir. Di sinilah aku banyak ngomong-ngomong dengan siswa asal vitnam tadi. Setalah aku berdiri sekoitar setengah jam lebih tanpa ada kegiatan siswa yang dapat aku amati. B Lis tahu keadaan ini, dia meminta dua anak yang berasal dari cina dan korea untuk memperlihatkan hasil pekerjaannya kepadaku. Mungkin menurut B Lis ini sama-sama pemula bahasa inggris sehingga bias dimengerti. Akupun senang bisa bicara tentang apa yang dipelajari anak ini. Eh ... panggilan dari kantor bahwa kami harus segera berkumpul karena bus telah menunggu.
Sambutan terakhir di kantor dan kami pamitan pulang. Penyambutan yang menyenangkan dan ramah. Aku diberi kartu nama oleh Deputy Principal.
Aku terus jalan-jalan ke city lagi untuk menghabiskan siang dan kembali ke kamar saat petang dan mengantuk. Tidur dan berharap segera berganti hari. Malam ni hujan datang saat aku memnbuat tulisan ini. Di Australia ini ramalan cuaca selalu tepat. Tiap pagi aku lihat untuk persiapan apa yang harus aku siapkan.
Senin, 25 Oktober 2010
Senin setelah hujan semalaman
Senin, 26 Oktober 2010
Pulang dari kota perutku sakit mungkin karena kebanyakan minum susu tanpa makan nasi. Dinner juga dengan Spagetti. Alhamdulillah pagi sudah tidak lagi diare. Semalam hujan disertai petir dan paginya mendung menyelimuti langit. Mataharipun enggan tersenyum dan menyapa saat aku keluar kamar. Udara mejadi sedikit hangat karena selimutnya. Kesmpatan aku memotret rumah rumah kosku tanpa harus berpapasan dengan sinar matahari. Oh ya, saat aku menunggu bus berangkat ke kampus harus menyeberang jalan.
Di kampus tidak ada teman yang duduk-duduk di luar karena tempay duduk pada basah. Jam 8.45 aku masuk ruang kelas Gold 331.
Ms Vicky yang segar ..... bertanya tentang liburan kemarin. Oohh Nice weekend. Kemudian mengajakku mengingat kembali vocabe yang ditulis kembali di buku. Dia membuat warm up dengan kuis kelas individu. Sebuah potongan kertas kecil berisi vocabe dibagigikan satu persatu. Orang aku harus bias mengarahkan orang lain yang dating agar dapat menebak kata yang aku pegang, akupun harus bertanya kepada yang lain. Lima belas kata haruys tertebak dalam waktu 10 menit.
During tasks. Kelas dibagi menjadi dua kelompok, berdiri dan diberi nomor masing-masing anggota. Aku nomor 4. Ms Vicky menempelkan kertas (yang berisi kalimat perintah). Secara berurutan kami mengambil potongan kertas dan membaca ke teman lain untuk dilakukan. Misal ”sit down!, put a paper!” dst. Setalah semua kertas terambil dan dilakukan. Ms Vicky bertanya apakah bentuk kalimat tersebut. Aku menjawab “kalimat perimntah” . Excelent sahut Vicky. Nah itulah yang akan kita bicarakan. Aku dipersilahkan kembali ke tempat duduk yang tadinya duduk bersila melingkar. Sebutkan ciri-ciri kalimat perintah agar mudah dilakukan siswa! Aku kemudian diberi lembaran yang berisi 10 tips kalimat perintah kepada siswa yang baik. Dari ciri-ciri dan 10 tips kalimat perintah aku disuruh berdiskusi kelompok. Kami diberi potongan-ptongan kertas yang berisi kalimat perintah satu bendel dan berisi kapan kalimat itu diberikan bendel yang lain. Kami harus mengelompokkan. Membandingkan hasil kelompokku dengan kelompok lain. Wow ... sangat berbeda. Persepsi yang berbeda tentang kalimat perimyah itu kapan diberikan. Ms Vicky selanjutnya membagikan pengelompokan sesuai persepsinya.
Aku harus mencari kata atau kalimat yang diberikan Vicky yang tidak dimengerti. Sulit demengerti siswa, atu terlalu panjang kalimatnya. Mengubah kalimat, mengganti kata agar mudah dimengerti dan dilakukan siswa.
Tak terasa saat cofeebreak tiba. Ms Vicky langsung meninggalkan kelas dengan akhiran yang kurang smooth menurutku. Banyak teman tidak sadar kalau pelajaran tekah berakhir.
Aku keluar makan bontotan roti bakar yang aku buat sendiri pagi-tadi, tentunya dengan mengajak teman makan bersama. Sebuah Jeruk juga cukup untuk aku nikmati 4 orang. Ya maklum ...teman-teman banyak yang tidak sempat bawa bontotan apalagi bapak-bapak. Aku bersyukur dapat menyiapkan breakfast sendiri sehingga bias aku bontot, semntara teman lain harus breakfast bersama host.
Sesi 2 pukul 11.00 hingga 12.45 digunakan Ms Vicky menyiapkan kunjungan ke sekolah besok pagi. Kelasku kebagian ke St James College di 201 Boundary Street Brisbane. Ms Vicky membagikan Classroom Observation Booklet yang berisi aturan Visiys to Australian Schools. Aturan yang sangat berbeda dengan Indonesia atau Jepang. Tidak boleh memotret siswa atau sekolah. Boleh betrbicara dengan guru model saat siswa belajar. Informasi sedikit tentang sekolah Australia juga ada di booklet. Tidak ada junior school. Primary school kelas 1 – 7 dan Secondary School kelas 8 – 12. Private school yang mahal dan harus antri mulai saat baru lahir dan Public school yang murah milik pemerintah.
Setekah istirahat pelajaran Listening and discussion. Walau Ms Vicky memberikan materi dengan aktraktif dan woooh …. Sueeger. Aku masih tetap harus memerangi ngantuk. Kerja kolompok mengidentifikasi benda laki-laki dan perempuan dan selanjutnya melihat dan medengar video untuk mengisi kalimat tanya di worksheet. Pembicaraan asli Australia yang dengan intonasi cepat. Wah telingaku buntu, juga teman-teman pastinya, sehingg video harus diulang tiga kali. Diskusi kelompok untuk check jawaban dan diskusi kelas untuk check jawab dan pertanyaan selanjutnya.
Delapan gambar berbegai ekspresi wajah seorang wanita ditampilkan. Aku diminta menyebutkan jenis emosi yang ditampilkan wajah. Time is up. Pulaan????!!!!
Aku langusng pulang walau aku sebenarnya tak suka segera nyampe rumah. Tidak ada teman di kampus dan di indooroopilly. Mungkin semua teman masih keletihan setelah weekend kemarin. Aku juga ngantuk dan payah. Sampai di kamar jam 4.50. Aku tidur hingga maghrib yang aku jamak dengan isyak jam 18.30. Makan malam nasi kuning campur kacang polong dan bubur lento.
Langganan:
Postingan (Atom)